Si Pelaut, tut...tut...
Talking about
love is never end..
Bercerita tentang cinta memang selalu menyenangkan,
entah itu cinta terhadap teman, sahabat, saudara, keluarga atau kekasih (untuk
yang satu ini khusus yang punya yah, yang engga mah diam saja, sambil gigit jari :P).
Lupakan
tentang jari, gigit, jomblo, happines, yang tidak punya kekasih, sekarang kita mulai bercerita, pastinya
tentang cinta. (ada yang engga nyimak? Tak usah di pikirkan lanjutkan saja
membaca).
-
“Jika jodohmu
seorang Pelaut bagaimana?”
“Ya tidak
apa-apa, memangnya kenapa?”
“Yakin? Mau
di tinggal-tinggal dalam waktu yang tidak sebentar?”
“Wanita
yang menjadi Istri seorang Pelaut pastilah dia wanita yang tangguh, wanita yang
tahan akan kesepian”
“Tidak
takut jika suamimu bercinta dengan wanita lain”
“Bercinta
di lautan lepas? Sama siapa? Putri duyung? atau sama si dugong?” (cie yang ga
tahu dugong langsung searching om google :v)
Si Tuti
terlihat berfikir keras menjawab pertanyaanku.
“Ya sudah
lupakan itu! bagaimana jika jodohmu seorang Polisi hutan?”
“Lalu?”
“Di
tinggal dinas jauh, ga takut dimadu?”
“Sudah ku
duga... siapa yang akan jadi maduku? Babi hutan? Badak? Gajah? Atau Monyet?”
“Monyet
jadi-jadian tukang rebut suami orang”
“Aduh,
terserahlah kau mau cakap apa”
“Jika
suamimu seorang Fotografer yang memotret model-model cantik dengan belahan dada
yang jelas di depan mata?”
“Fotografer
adalah sebuah profesi, selama dia menjalankan tugasnya dengan benar dan tidak
menyimpang dia tidak akan tergoda”
“Bukankah laki-laki itu bagai kucing? Kucing mana yang akan menolak jika di tawari ikan
segar?”
“Yang di
potret kan Model bukan Ikan, lagian Model juga hanya sebuah profesi, selama
Fotografer dan modelnya bekerja profesional tidak akan terjadi apa-apa ko”
“Yakin?”
“Keyakinan
hanya bisa di jawab setelah kamu menjawab ‘seberapa
besar kamu yakin dengan pasangannmu, seberapa besar kepercayaan kamu
terhadapnya’ ?“
“Jika jodoh
mu adalah seorang...”
Belum juga
kawan ku ini melanjutkan pertanyaannya aku potong saja, karena pertanyaannya
pasti sama ‘tentang kesetiaan’.
“Kesetiaan
seseorang tidak bisa di nilai dari profesinya, siapapun dia, apa pekerjaannya, seberapa
jauhpun dia dengan kita, ada atau tidak nya ‘IKAN’ di depan mereka. Ini bukan
soal profesi! Semua kembali pada pribadi masing-masing, walaupun saat kita jauh
dengannya, dan mata kita tidak bisa melihat apa saja yang dilakukan mereka di
belakang kita, tapi ketika dia sadar jika ia tak pernah bisa sembunyi dari
pantauan Tuhan dan masih ada iman dihatinya, sudah dapat dipastikan dia tidak
akan pernah mengkhianatimu, karena mengkhianati wanita yang setia dijalan-Nya sama
saja dengan mengkhianati Tuhan”
Setelah
panjang lebar menjelaskan sebisanya tanpa sumber yang pasti dan hanya
bermodalkan mengarang bebas (walaupun mengarang bebas tapi ada benernya juga
kan, tetap yah yang nulis nyari pembelaan. Haha) rasanya kawanku ini masih
belum puas dengan jawabanku.
“Kau ini
kenapa? Kenapa semua pertanyaan mu mengarah pada kesetiaan?”
“Kau tahu
kan ada pribahasa yang mengatakan, eh bukan mengatakan sih tepatnya pertanyaan ‘jika
satu lelaki mampu membuat seorang wanita setia padanya kenapa tidak bisa
sebaliknya?’, menurutmu bagai mana dengan itu?”
“Tidak semua
seperti itu, 999 dari 1000 laki-laki, mereka setia ko, (mudah-mudahnya yah,
Aaminn kan yooo... lalu yang 1 kemana? yang 1 nyebur aja geh kelaut). Pokoknya
semua kembali pada pribadi masing-masing, toh jodoh adalah cerminan dari diri
kita sendiri, banyak-banyak mendekat pada-Nya, minta pada DIA agar di berikan
jodoh yang tidak akan pernah menduakan selain dengan-Nya, yang tidak akan
pernah berpaling selain pada-Nya, yang menjadikan satu-satunya wanita yang menjadi
istri dunia dan akhiratnya, yang menjadikan satu-satunya wanita yang dicintai setelah
Ibunya. Intinya kita harus banyak-banyak bermuhasabah diri, perbaiki diri untuk
menyambut dia yang lagi on the way”
“Jika
jodohmu....”
“Masih
mau nanya lagi?”
“Tidak.
hehe, okelah sekarang aku sudah merasa sedikit tenang, dan merasa lebih yakin
jika aku tak usah khawatir dengan dia si pelaut... tut tut tut...”
“Pelaut? Hati-hati
nanti selingkuh sama si olive” (liat tuh yang ga tahu olive lagi bengong mikir,
hihi... ga usah bingung si olive tidak lebih cantik dari yang lagi baca ko).
-the end-
Tulisan
macam apa yah ini? entahlah, mungkin semacam penghibur untuk kamu sahabatku
yang dilema (kalaupun tidak menghibur mohon ampuni, karena aku bukan wanita
penghibur. Loh?).
Tapi
hanya sekedar ngasih bocoran nih, pertanyaan-pertanyaan tersebut diatas (sebetulnya
masih banyak pertanyaan serupa, tapi males ah, kan jawabannya cuma satu “kembali ke pribadi
masing-masing”) memang selalu menjadi sebuah dilema bagi perempuan, (jika ada
jawaban lain yang tentunya lebih bisa dipahami dari jawabanku, tulis di
komentar yah).
Akhirkata....
Hubungannya sama loe yang jomblo apa? Uptsss sorry masih ga nyambung yah? Maafkan
jari-jari yang usil ini yah.
Pokoknya
yang jomblo, yang single, yang ga punya pacar, kekasih, gebetan, ayang, bebep,
bobop, bibip, bubup (lah ko makin ngaco?), terserah gue, suka-suka gue kan yang
nulis gue (cie... si gue, ngomong aku aja masih ga bentres so so an gue gue’an lagi. Haha).
Ah sudahlah,
Oh yah... jangan lupa kasih penghargaan buat yang nulis yah, cukup tersenyum
ketika mengakhiri bacaanya. See you...
Pokoknya kalaupun ga lucu harus tetap senyum yah, senyum kan ibadah yang paling murah (maksa).
sy pelaut..pcar sy jg sering d takutin bgtu sm kluarga dan tmn2'y yg lain...tp pacar sy sllu prcya sy (numpang bagi kisah!!!)
BalasHapuskembali ke pribadi masing-masing ya :), iya silahkan.
Hapus:) kunjungan
BalasHapusKucing mana yang akan menolak jika di tawari ikan segar? inget itu aja deh biar hati hati :d hehe
BalasHapus