Lagi...


Nyatanya aku masih disini, masih merasakan sakit itu, walau waktu telah jauh meninggalkan tapi aku masih saja terpaku pada waktu yang telah lalu, aku pikir perputaran jam akan membawaku menemui titik baru, namun tak begitu, masih tetap saja aku tertinggal walau berusaha mengejar jarum jam yang terus berlari.

Aku pernah merasa jika telah lama sembuh, sembuh dari segala luka yang ku buat sendiri, namun tidak, ternyata begitu sulit, terkadang sakit itu menyerangku, walau kadang aku tertawa, bahagia, dan seolah lupa dengan semua, tapi sewaktu-waktu tanpa ku undang rasa itu kembali hadir, kembali menusuki jantungku, membuat detakannya tak karuan, ada sesak didalamnya, ada kata yang harusnya keluar, tapi tidak mampu ku suarakan lalu setitik air jernih mulai turun mewakili semua.

Yang aku tau, detik ini aku merasakan sesak karena mengingatmu, mengingat tentang kita, walau hanya secuil dan mungkin itu tak berarti bagimu, tapi bagiku? Jelas itu bermakna, bodoh rasanya jika ingat dimana aku tersenyum karena chat yang kamu kirim, telphon yang ku terima, perhatian yang kamu tujukan untukku, janjimu, semua tentangmu yang membuatku berhasil mengutuk diri jika aku mencintaimu.

Aku tau ini bukan salahmu, mana mungkin bisa menyalahkanmu, bukankah jika aku mencintaimu bukan oleh sebab kamu yang salah? ini salahku, mana mungkin dengan berani membiarkan hati jatuh pada cinta yang tak seharusnya.

Hanya semenit rasa itu kian indah aku nikmati, namun lukanya menjadi dalam meninggalkan kisah yang panjang, dengan barisan kalimat yang tak mungkin cukup dalam sehelai kertas, semenit saja, hanya semenit, tapi meninggalkan kenangan tidak dalam waktu sebentar.

Semua telah berakhir ketika aku tau jika kamu bukan hanya memberikan semua perhatian itu untukku, bukan hanya menebar pesonamu padaku, lebih dari itu kamu bukan hanya membuat satu wanita jatuh hati padamu, dalam waktu yang sama kamu berhasil membohongi tiga hati, kamu, aku dan dia, atau mungkin juga dengan dirinya. Hitung sendiri!.. (ini versiku, ini menurutku, ini perasaanku. Kebenarannya hanya kamu yang tau).

Kamu pikir suatu kebanggaan jika seribu hati wanita mampu kamu taklukan dan membuat mereka jatuh cinta diwaktu yang sama? Apa kamu tidak pernah berpikir bagaimana hati ke 999 wanita lain ketika pada akirnya hanya satu yang kamu pilih. Memang harus satu!!!

Apa tidak bisa kamu hanya memfokuskan kepada yang menjadi tujuan utamamu, kenapa banyak wanita yang di jadikan persinggahan untuk menuju tujuanmu yang satu?, tak bisakah kamu mengerti apa maksudku?

Tapi ini bukan salahmu, aku tau itu. Aku yang salah karena telah dengan mudah jatuh cinta padamu untuk yang kesekian kalinya walau aku tau pada akhirnya akan berteman dengan luka.

Inginnya kamu tak usah lagi kembali, ini bukan kali pertama ketika kamu pergi lalu kembali, pergi lagi, kembali lagi, capek rasanya...

Aku memang tidak bisa menyuarakan apa yang ada di pikiranku padamu, tapi setidaknya kamu bisa memahami dari semua tulisanku bukan?

Jangan jadikan aku tempat singgah dalam perjalanan mu, jika kamu mau, hanya ada satu pilihan, jadikan aku tempat tinggalmu bukan hanya sekedar untuk persinggahan sementara, tapi itu semua omong kosong, karena semua telah hancur, harapan dan mimpi itu telah kamu hancurkan, disaat aku merasa jika rasa yang ada ini adalah cinta, kamu malah membuatnya berubah menjadi benci, sangat benci, tapi aku sadar tak sewajarnya cinta berubah menjadi benci, aku tau dengan membenci hanya akan membuat luka yang dirasa semakin dalam, aku putuskan tidak membencimu namun mengikhlaskan, mengikhlaskan harapan yang pernah ada memang sulit, tapi terus ku coba, menyibukan hari agar tak ada ruang untuk bayangmu kembali mengusik, ternyata semua tak semudah yang ku tulis, sulit.. hingga detik ini aku masih saja menulis tentangmu (lagi).

Oh yah, satu lagi, aku tidak pernah tau apa maksud dan tujuanmu saat itu hadir dalam setiap hariku dengan memberiku sejuta mimpi dan mengajariku menyusun masa depan, namun jika tujuanmu untuk membuatku jatuh cinta, kamu telah berhasil, atau membuatku patah hati? Kamu juga berhasil, iya kamu berhasil melakukan dua hal itu di waktu yang bersamaan dengan sangat sempurna.

Emm... ada satu kemungkinan lagi, mungkin kamu hanya sekedar penasaran dan ingin tau? Tapi penasaran dan ingin tau akan hal apa? Entahlah aku tidak mengerti, eh tunggu sebentar... ada satu lagi, tapi itu hanya kamu yang tau, simpan saja untukmu, untuk menjadi versimu, alasanmu hanya kamu yang tau.

Di kemudian aku harap akan ada tokoh lain yang dihadirkan Tuhan untuk menjadi actor dalam segala tulisanku, tidak lagi kamu. Sebetulnya Tuhan telah lama menghadirkan, mungkin tidak hanya satu, akunya saja yang masih menutup mata dan menikmati mimpi dipersimpangan itu. Pada akhirnya aku berharap tokoh yang bukan hanya sekedar hadir, tapi juga mampu membangunkanku dari mimpi panjang ini, lalu memulai kisah dengan deretan kata yang akan menjadi sejarah, aku harap itu segara terjadi.

Inginnya aku tak lagi menulis tentangmu, tidak menulis ini, tapi bagaimana lagi jika hati (mungkin bukan hati, tapi ego yang berusaha membela untuk selalu membenarkan hati yang terus menuju pada yang keliru) terus memaksaku menggerakan jari untukmu,  ini masih kata yang keluar kerena mengingatmu, aku harap ini yang terakhir.

Sebagai penutup aku tawarkan sesuatu untukmu, itupun jika kamu baca ini, “sebutkan seribu kesalahanku padamu! Maka aku akan menyebutkan satu saja darimu yang ku anggap salah”, tawaran yang menarik bukan?

Jika kamu anggap tulisan ini salah satu kesalahanku,  maukah memaafkanku? Tidak usah dijawab, aku yakin kita sama-sama berbesar hati untuk saling memaafkan, karena bagaimanapun kita pernah tersenyum dan tertawa karena alasan yang sama.


Lupakan soal penawaran itu, sebetulnya aku rindu.. hanya rindu, bukan mengharapmu kembali.

Komentar

  1. Hebat,, enak dibaca,. Bikin kangen ibuku yg sama" penulis,.
    Thanks..

    BalasHapus
  2. Hebat,, enak dibaca,. Bikin kangen ibuku yg sama" penulis,.
    Thanks..

    BalasHapus
  3. perbaiki diri, pdkt sama yg menciptakan tokoh itu :D
    nice post :3

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPTOP IDAMAN SOBAT TRAVELERS

AYAM BAKAR ABANG MONO